Selasa, 14 Desember 2010

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia 2

Penanganan bahan kimia

RADIOAKTIF

Radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang di sebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di sekitarnya.

Dampak radioaktif :
1. Pusing pusing
2. Nafsu makan berkurang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah/leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat jumlah sel darah putih yang berkurang.

Contoh bahan radioaktif:
1. Uranium
2. Stonsium
3. Polonium


CAIRAN FLAMMABLE

adalah cairan yang memiliki potensi untuk terbakar pada suhu dibawah 62`C. Karakteristik penting dari cairan flammable adalah flashpointnya. Flashpoint adalah suhu minimum dimana konsentrasi uap di dekat permukaan cairan cukup tinggi untuk membentuk sebuah campuran ignitable, (semakin rendah flashpoint, semakin besar resiko kebakaran).

Penanganan tindakan

1. pengendalian sumber pengapian semua di daerah mana cairan yang mudah terbakar digunakan
2. Ketika bekerja dengan wadah terbuka, gunakan tudung uap untuk mengontrol akumulasi uap mudah terbakar
3. Elektrik kontainer logam obligasi ketika mentransfer cairan yang mudah terbakar dari satu ke yang lain. Bonding dapat langsung, sebagai sebuah kawat yang melekat pada kedua kontainer, atau tidak langsung, seperti melalui sistem kesamaan.

Cara pembuangan

cairan flammable tidak dapat dibuang langsung ke saluran air karena akan menimbulkan uap, dan uapnya lebih dari udara biasa. Cara pembuangannya yaitu cairan di tampung dalam botol yang diberi label dan slanjutnya didestilasi kembali untuk digunakan lagi. Jika telah bercampur dengan bahan lain, berarti tidak dapat digunakan lagi, sehingga campuran itu dibuang dengan jalan dibakar diluar laboratorium (udara terbuka). Cara membakarnya dapat dilakukan didalam cawan logam di lemari asam yang bertudung dengan kipas yang terlindung. Alat alat yang ada dan dipakai dalam lemari asam harus tidak mudah terbakar dan tidak korosi.